pada umumnya
ada saat merindu menjadi pada umumnya, menjadi bagian dari massa, sebuah komponen dalam mekanika sistem, tik tok tik tok, derapnya teratur, berirama monoton, nyaman dalam rutinitasnya.
lulus sekolah, bekerja, mencari pasangan, berkeluarga, mendidik anak, dan menanti kematian.. saat satu “tingkatan” dicapai, pertanyaan pada umumnya menanti, kapan lulus?, sudah bekerja? kapan menikah? sudah “isi” blom?.. –kurang tepat mungkin tapi kurang lebih–.. semua terasa “pada umumnya”.. bergerak pada lingkaran yang menyempit, tak dipungkiri banyak yang memaknainya luar biasa.
rasanya kini luar biasa itu tidak terasa, kini menjadi pada umumnya bukan lah
aku yang aku bayangkan.. lalu apa yang kau bayangkan. entahlah yang pasti bukanĀ itu.
bukan pada “tingkatan” yang tidak ingin dilakukan tapi lebih pada menghindari menjadi pada umumnya. bukan salah menjadi pada umumnya, lebih pada bukan saya. bukan untuk menghasut, sekedar pembenaran diri, menguatkan, mengingatkan akan pilihan yang telah diambil, akan konsekwensi yang menyertai
.. bertahan
